Seperti yang kita ketahui .....
islam adalah agama yang diturunkan kpd nabi Muhammad S.A.W yang mana agama inilah yang diridhoi oleh Allah.S.W.T.
firman Allah S.W.T :
"Sesungguhnya, agama (yang diredhai) di sisi Allah
hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab,
kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian
(yang ada) di antara mereka (terhadap Islam). Barangsiapa yang kafir
terhadap ayat-ayat Allah sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya." –
(QS.3:19)
Islam Agama sempurna :.
Dalam bahasa Arab, Islām berarti “berserah diri” dan merupakan suatu Dīn
yang berarti “aturan” atau “sistem” (QS Al-Maidah:83). Secara
etimologis, kata tersebut diturunkan dari akar yang sama dengan kata salām yang berarti “damai”. Kata ‘Muslim’ (sebutan bagi pemeluk agama Islam) juga berhubungan dengan kata Islām. Kata tersebut berarti “orang yang berserah diri kepada Allah” dalam bahasa Indonesia.
Kepercayaan
Kepercayaan dasar Islam ditemukan pada dua kalimah shahādatān (“dua kalimat persaksian”), yaitu “Laa ilaha ilallah, Muhammadar Rasulullah”
. Bila seseorang meyakini dan kemudian mengucapkan dua kalimat
persaksian ini, berarti ia sudah dapat dianggap sebagai seorang Muslim
atau mualaf (orang yang baru masuk Islam dari kepercayaan lamanya).
Allah menurunkan
firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya,
seperti Nabi Adam as., Nuh as., Ibrahim as., Musa as., Isa as., dan nabi
lainnya yang diakhiri oleh Nabi Muhammad . sebagai nabi dan rasul utusan Allah terakhir sepanjang masa (khataman-nabiyyin).
Sebagaimana
dinyatakan dalam Al-Qur’an, kita juga diwajibkan untuk mengimani kitab
suci dan firman-Nya yang diturunkan sebelum Al-Qur’an (Zabur, Taurat,
Injil, dan suhuf atau lembaran Ibrahim) melalui nabi dan rasul terdahulu
adalah benar adanya (QS Al-Baqarah:3). Namun kita juga percaya bahwa
selain Al Qur’an seluruh firman Allah telah mengalami perubahan oleh
manusia. Mengacu pada kalimat di atas, maka kita meyakini bahwa
Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab Allah yang benar-benar asli dan
menyempurnakan kitab sebelumnya.
kita
juga percaya bahwa Islam adalah agama yang dianut oleh seluruh nabi dan
rasul utusan Allah sejak masa Nabi Adam as., dengan demikian tentu saja
Nabi Ibrahim as. juga menganut Islam (QS Al-Baqarah:130-132) 2:130.
Pandangan ini meletakkan Islam bersama agama Yahudi dan Kristen dalam
rumpun agama yang mempercayai Nabi Ibrahim as. Di dalam Al-Qur’an,
penganut Yahudi dan Kristen sering disebut sebagai Ahli Kitab atau Ahlul
Kitab.
Lima Rukun Islam
Para ulama mengharuskan setiap muslim mematuhi lima pilar utama dalam Islam yang disebut sebagai Rukun Islam, yaitu:
- Mengucap dua kalimah syahadat dan meyakini bahwa tidak ada yang berhak ditaati dan disembah selain Allah dan meyakini bahwa Nabi Muhammad . adalah rasul Allah.
- Menunaikan shalat lima kali sehari.
- Berpuasa pada bulan Ramadhan.
- Membayar zakat.
- Menunaikan ibadah haji
Enam Rukun Iman
Muslim juga mempercayai Rukun Iman yang terdiri atas 6 perkara yaitu:
- Iman kepada Allah
- Iman kepada malaikat Allah
- Iman kepada kitab-kitab Allah
- Iman kepada nabi dan rasul Allah
- Iman kepada hari kiamat
- Iman kepada qada dan qadar
Doktrin Islam
Dua
kelompok terbesar dalam Islam adalah Sunni dan Syi’ah. Kelompok Islam
Sunni adalah kelompok yang memiliki presentase pengikut terbesar di
dunia. Negara dengan mayoritas pemeluk Islam Sunni adalah Indonesia,
Arab Saudi, dan Pakistan sedangkan negara dengan mayoritas Islam Syi’ah
adalah Iran dan Irak.
Doktrin antara Sunni dan Syi’ah berbeda pada masalah imamah
(kepemimpinan) dan peletakan Ahlul Bait (keluarga keturunan Rasulullah ). Namun secara umum, baik Sunni maupun Syi’ah percaya pada rukun Islam dan rukun iman walaupun dengan terminologi yang berbeda.
Allah
Konsep
fundamental dalam Islam adalah Tauhid yakni mengakui keesaan Tuhan dan
menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Konsep ini dituangkan
dengan jelas dan sederhana pada surat Al-Ikhlas (surat ke-112) yang
terjemahannya antara lain :
Dalam bahasa Arab, Tuhan disebut sebagai Allah. Kata ini secara etimologis terhubung dengan ?ilah “ketuhanan”, Allah adalah juga kata yang digunakan oleh orang Kristen (Nasrani) dan Yahudi Arab sebagai terjemahan dari ho theos dari Perjanjian Baru dan Septuaginta.
Nama
“Allah” tidak memiliki bentuk jamak dan tidak diasosiasikan dengan
jenis kelamin tertentu. Dalam Islam sebagaimana disampaikan dalam Al
Qur’an dikatakan:
“(Dia)
Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu
sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-
pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat”. (QS 42-11)
Allah adalah Nama Tuhan (ilah) dan satu-satunya Tuhan sebagaimana perkenalan-Nya kepada manusia melalui Al Quran :
“Sesungguhnya
Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka
sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”. (QS. 20 : 14)
Pemakaian
kata Allah secara linguistik mengindikasikan kesatuan. kita percaya
bahwa Tuhan yang mereka sembah adalah sama dengan Tuhan umat Yahudi dan
Nasrani, dalam hal ini adalah Tuhan Ibrahim. Namun, Islam menolak ajaran
Kristen menyangkut paham Trinitas dimana hal ini dianggap Politheisme.
Mengutip QS. An-Nisa(4) :171:
“Wahai
Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agama dan janganlah
kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya
Al-Masih, Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan
dengan kalimat-Nya) yang disampaikannya kepada Maryam dan (dengan tiupan
) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya.
Dan janganlah kamu mengatakan :”Tuhan itu tiga”, berhentilah dari ucapan
itu. Itu lebih baik bagi kamu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa.
Maha suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi
adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”.
Islam
melarang visualisasi atau penggambaran Tuhan, hal ini dilarang karena
dapat berujung pada pemberhalaan dan justru penghinaan, karena Tuhan
tidak serupa dengan apapun (QS. Asy-syuraa 11). Sebagai gantinya, Tuhan
dalam 99 nama / gelar / julukan Tuhan (asma’ul husna) yang
menggambarkan sifat ketuhanan-Nya sebagaimana terdapat pada Al Qur’an.
Al Fatihah surat pertama dalam Al Qur’an
Al
Qur’an adalah kitab suci bagi ummat Islam. Secara literal Qur’an
berarti bacaan. Namun walau terdengar merujuk ke sebuah buku/kitab, kita
merujuk Al Qur’an sendiri lebih pada kata-kata atau kalimat di
dalamnya, bukan pada bentuk fisiknya sebagai hasil cetakan.
Kita percaya bahwa Al Qur’an disampaikan kepada Nabi Muhammad melalui
malaikat Jibril. Penurunannya sendiri terjadi secara bertahap antara
tahun 610 hingga hingga wafatnya beliau 632 masehi. Walau Al Qur’an
lebih banyak ditransfer melalui hafalan, namun sebagai tambahan banyak
pengikut Islam pada masa itu yang menuliskannya pada tulang, batu-batu
dan dedaunan.
Kita percaya bahwa Al Qur’an yang ada saat ini persis sama dengan yang disampaikan kepada Muhammad ,
kemudian disampaikan lagi kepada pengikutnya, yang kemudian
menghapalkan dan menulis isi Al Qur’an tersebut. Secara umum para ulama
menyepakati bahwa versi Al Qur’an yang ada saat ini, pertama kali
dikompilasi pada masa kekhalifahan
Utsman bin Affan (khalifah Islam ke-3) yang berkisar antara 650 hingga
656 Masehi. Utsman bin Affan kemudian mengirimkan duplikat dari versi
kompilasi ini ke seluruh penjuru kekuasaan Islam pada masa itu dan
memerintahkan agar semua versi selain itu dimusnahkan untuk keseragaman.
Lihat: Mahabits fi ‘Ulum Al Qur’an (Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an), oleh Syaikh Manna’ Khalil al-Qaththan, Pustaka Al-Kautsar, 2006, Jakarta.
Al
Qur’an memiliki 114 surat (bab), dan sejumlah 6.236 ayat (terdapat
perbedaan tergantung cara menghitung). Hampir semua Muslim menghafal
setidaknya beberapa bagian dari keseluruhan Al Qur’an, mereka yang
menghafal keseluruhan Al Qur’an dikenal sebagai hafiz
(jamak:huffaz). Pencapaian ini bukanlah sesuatu yang jarang, dipercayai
bahwa saat ini terdapat jutaan penghapal Al Qur’an diseluruh dunia.
Muslim
juga percaya bahwa Al Qur’an hanya berbahasa Arab. Hasil terjemahan
dari Al Qur’an ke berbagai bahasa tidak merupakan Al Qur’an itu sendiri.
Oleh karena itu terjemahan hanya memiliki kedudukan sebagai komentar
terhadap Al Qur’an ataupun hasil usaha mencari makna Al Qur’an, tetapi
bukan Al Qur’an itu sendiri.
Kepercayaan atau pengakuan kebenaran bahwa Muhammad adalah
Rasul yang diutus Allah merupakan syarat kesaksian bagi yang ingin
masuk Agama Islam sehingga dapat disebut sebagai Muslim.
Kita harus mengimani sepenuhnya bahwa Muhammad itu manusia biasa yang menerima wahyu Allah berupa Al Quran dalam bentuk Firman Allah. Dan terhadap Al Quran itu Nabi Muhammad mendapat tugas :
- Menyampaikan Al Quran (QS. 5:67) kepada seluruh umat manusia (QS 34:28) yaitu menginformasikan kepada manusia apa adanya isi Al Quran itu
- Menjadi saksi, pembawa kabar gembira, pemberi peringatan dan penyeru (dakwah) kepada Islam (QS 33:45-46)
- Menerangkan isi Al Quran (QS 16:44)
- Memberikan contoh implementasi isi Al Quran (QS 33:21) dalam kehidupan sehari-hari sebagai ajaran yang manusiawi
Dalam melaksanakan tugas risalah tersebut, Nabi Muhammad selalu
dibimbing oleh wahyu Allah yang berbentuk pengetahuan. Pengatahuan itu
tercermin dalam perkataan, perbuatan, sikap maupun perilaku beliau pada
umumnya. Dengan demikian Nabi Muhammad selalu dilindungi wahyu Allah dan
terjaga dari kesalahan yang oleh para ‘ulama sering disebut sebagai sifat ma’shum(QS 10:15). Perilaku Nabi Muhammad tersebut itulah selanjutnya disebut sebagai Al Hadits.
Negara-negara dengan populasi Muslim mencapai 10% (hijau dengan dominan sunni, merah dengan dominan syi’ah) (Sumber – CIA World Factbook, 2004).
Saat
ini diperkirakan terdapat antara 900 juta hingga 1,4 milyar Muslim yang
tersebar di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut sekitar 18% hidup di
negara-negara Arab, 20% di afrika, 30% di Asia Selatan yakni Pakistan, India dan Bangladesh.
Populasi Muslim terbesar dalam satu negara dapat dijumpai di Indonesia.
Populasi muslim juga dapat ditemukan dalam jumlah yang signifikan di
Tiongkok, Eropa, Asia Tengah, dan Rusia.
Pertumbuhan
Muslim sendiri diyakini mencapai 2,9% per tahun, sementara pertumbuhan
penduduk dunia hanya mencapai 2,3%. Besaran ini menjadikan Islam sebagai
agama dengan pertumbuhan pemeluk yang tergolong cepat di dunia.
Beberapa pendapat menghubungkan pertumbuhan ini dengan tingginya angka
kelahiran di banyak negara Islam (enam dari sepuluh negara di dunia
dengan angka kelahiran tertinggi di dunia adalah negara dengan mayoritas
Muslim). Namun belum lama ini, sebuah studi demografi telah menyatakan
bahwa angka kelahiran negara Muslim menurun hingga ke tingkat negara
Barat.
cukup sekian terima kasih ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar